Rekonstruksi Etika Politik Soekarno dalam Pemikiran dan Praktik Kekuasaan
DOI:
https://doi.org/10.66510/hc3cdq86Kata Kunci:
etika politik, grounded theory, kekuasaan politik, legitimasi politik, Pancasila, SoekarnoAbstrak
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi etika politik Soekarno sebagaimana tercermin dalam pemikiran dan praktik kekuasaannya serta menganalisis hubungan antardimensi yang membentuknya dalam konteks sosial, politik, dan historis Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan grounded theory. Sumber data utama terdiri atas delapan dokumen primer Soekarno periode 1945–1966 yang diperdalam melalui wawancara dengan lima ahli. Analisis dilakukan melalui open coding, axial coding, selective coding, constant comparative analysis, dan memo analitis dengan bantuan NVivo 15. Proses coding menghasilkan lima kategori utama yang pada tahap rekonstruksi dikonstruksikan sebagai dimensi etika politik Soekarno, yaitu Ideologi Negara, Konsepsi Negara dan Kekuasaan, Orientasi Politik, Praktik Kekuasaan Politik, dan Sumber Legitimasi Politik. Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa kelima dimensi membentuk struktur relasional yang menghubungkan landasan normatif, konsepsi institusional, orientasi penggunaan kekuasaan, praktik politik, dan legitimasi. Ideologi Negara memiliki fungsi integratif dalam struktur tersebut, sedangkan Praktik Kekuasaan Politik menjadi ruang tempat idealitas politik berhadapan dengan kondisi konkret sehingga memperlihatkan konsistensi, penyesuaian kontekstual, maupun ketegangan etik. Temuan ini menawarkan rekonstruksi multidimensional yang mengintegrasikan pemikiran normatif dan praktik kekuasaan Soekarno dalam satu kerangka analitis.
Referensi
Adams, C. (1965). Sukarno: An autobiography as told to Cindy Adams. Bobbs-Merrill.
Bourchier, D. (2024). Agonizing Pancasila: Indonesia’s state ideology and post-foundational political thought. Journal of Political Ideologies. https://doi.org/10.1080/13569317.2024.2408230
Cahyadi, I., Yunani, A., Dachlan, M., & Turokhmah, N. (2025). Ideology , culture , and national unity under Soekarno ’ s leadership Ideologi , budaya , dan persatuan nasional di bawah kepemimpinan Soekarno. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 38(3), 215–230. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mkp.V38I32025.215-230
Caluwaerts, D., Bernaerts, K., & Kesberg, R. (2023). Deliberation and polarization : a multi-disciplinary review. Frontiers in Political Science, 5(1127372), 1–13. https://doi.org/10.3389/fpos.2023.1127372
Charmaz, K. (2014). Constructing grounded theory (2nd ed.). SAGE Publications.
Feith, H. (1962). The decline of constitutional democracy in Indonesia. Cornell University Press.
Harfst, P., & Wiesner, C. (2024). Measuring political legitimacy in two dimensions : internal and external measures. Frontiersin Political Science, 6(999743), 1–12. https://doi.org/10.3389/fpos.2024.999743
Kaelan. (2013). Negara kebangsaan Pancasila: Kultural, historis, filosofis, yuridis, dan aktualisasinya. Paradigma.
Latif, Y. (2015). Negara Paripurna: historitas, rasionalitas, dan aktualitas. PT Gramedia Pustaka Utama.
Legge, J. D. (1972). Sukarno: A political biography. Allen Lane.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/0147-1767(85)90062-8
Magnis-Suseno, F. (2016). Etika politik: Prinsip moral dasar kenegaraan modern. Gramedia Pustaka Utama.
Martí, J., Cueto, R. M., & Espinosa, A. (2025). Legitimacy, institutional trust, and political moral laxity: psychopolitical impact of the governance of the legacy of ‘Lima 2019’ games. Frontiers in Political Science, 6(1412477), 1–7. https://doi.org/10.3389/fpos.2024.1412477
Mazid, S., Wulansari, A., & Hasanah, I. (2025). Integrating civic spirituality and civic disposition to build ethical citizen character. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 22(1), 93–100. https://doi.org/https://doi.org/ 10.21831/jc.v22i1.1286
Razuni, G. (2023). Bung Karno’s Political Thought According to Pancasila: A Study of Bung Karno’s Speech on June 1, 1945, and the President Soekarno/Bung Karno’s Pancasila Course Throughout 1958-1959. Jurnal Wacana Politik, 8(2), 223–234. https://doi.org/10.24198/jwp.v8i2.50119
Razuni, G. (2024). Pancasila Democracy According to Sukarno’s Thought and its Potential for Formulation a New Model of Indonesian Democracy. IJESS International Journal of Education and Social Science, 5(1), 98–111. https://doi.org/10.56371/ijess.v5i1.255
Soekarno. (1964). Di bawah bendera revolusi (Jilid I). Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.
Strauss, A., & Corbin, J. (1998). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (2nd ed.). SAGE Publications.
Sugiarto, T., & Asnawi, N. (2023). Reading “Socio-Democracy” Of Pancasila Through Gadamer’s Hermeneutics. International Review of Humanities Studies, 8(2), 1–17. https://doi.org/10.7454/irhs.v8i2.111
Utomo, A. H. (2023). Menemukan Kembali "Api Pancasila" Melalui Pidato-pidato Bung Karno. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal PAKAR "Pancasila dan Kewarganegaraan"

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License






